PENDAKIAN GUNUNG PRAU 2.565 MDPL BERSAMA TEMAN-TEMAN
BARU
Puncak Gunung Prau dengan background Gunung Sumbing & Sindoro |
Hoooolaaaa! Hahaha aku kembali lagi
menulis my trip my adventure nih. Ceeileeeh gayanya kayak acara tipi aja tuh...
iya dong biar kerenan dikit. Kali ini aku berkesempatan trip atau pendakian ke Gunung
Prau di dataran tinggi dieng Wonosobo, Jawa Tengah. Waaaah seruuuuu yaaaa! sebenernya gunung prau ini terletak di perbatasan antara kabupateng Batang, Wonosobo, dan Banjarnegara. tetapi orang-orang lebih banyak yang naik lewat Wonosobo karena aksesnya lebih mudah.
Sabtu, 25 Juli 2015 aku pendakian
ke gunung prau bersama dengan temen-temen baru nih dan mereka jauh lebih muda
dari aku, huhuhuu aku tua dong? Iya, soalnya mereka semua masih SMA dan
baru lulus SMA, sedangkan aku??? Hahaha sudahlah lupakan yang penting jalan kan
ya. Dan mereka semua itu aku baru pertama kali ketemu, aku Cuma kenal sama 1
orang doang yang juga baru ketemu sekali. Lah kok bisa gitu ya? Tapi
alhamdulillah kami langsung nyampur jadi 1 kok, asyiiik deh. Tapi karena
namanya juga baru kenal saat itu juga jadi kita masih belum mengenal pribadi
masing-masing kan? Jadi tipsnya dari aku nih, kita harus menyampingkan ego kita
masing-masing ya.
teman-teman baru dari Comal semua dan baru pertama kali ketemu (kecuali 3 dari kiri jaket ijo udah ketemu sekali sebelumnya) |
Jadi aku berangkat naik motor dari
Comal sekitar jam 08.00 sampai Dieng jam 11.30. kemudian kami registrasi dulu
di mempersiapkan segala sesuatunya di basecamp. Oia, kami melakukan pendakian
lewat jalur Patakbanteng karena lebih pendek jarak tempuhnya. Kami mulai
perjalanan dari basecamp Patakbanteng jam 14.00 dan sampai puncak gunung prau
jam 17.00, kok cepet ya? Ya karena memang jalur Patakbanteng ini bisa dikatakan
jalur singkat yang memotong. Eeiitsss, tapi jalurnya cukup berat lho, karena
bisa dikatakan 90% tanjakan curam.
Walaupun pendakian gunung prau ini
bisa dikatakan cocok untuk pendaki pemula, tapi tetap saja harus memperhatikan
segala hal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena ini bukan
wisata melainkan pendakian gunung yang cukup berat.
jalur pendakian dari pos 1 menuju pos 2 melewati perkebunan warga |
Yap, jadi kami hanya membutuhkan
waktu 3 jam saja karena aku bergabung bersama temen-temen yang cowok, nah
kelompok lain yang ada ceweknya membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Jadi kelompok
yang cowok-cowok semua sengaja berangkat duluan untuk mencari tempat yang
nyaman buat mendirikan tenda.
Nah, untuk menuju ke puncak gunung
prau kita akan melewati 3 pos, yang pertama yaitu pos 1 itu kira-kira kita akan
sampai setelah berjalan melewati rumah warga dan perkebunan dengan tanjakan
yang cukup curam. Kemudian untuk menuju pos 2 kita akan melewati perkebunan
warga juga dengan tanjakan yang curam. Dari pos 1 sampai pos 2 masih ada
warung-warung buat kita istirahat dan jajan-jajan nih. Setelah dari pos 3
sampai puncak kita akan benar-benar melewati tanjakan yang sangat curam nih, jadi
harus perhatikan keselamatan ya guys!
Trus, apa aja sih yang bisa kita
nikmati di puncak gunung prau ini?
- Pemandangan yang indah, jelas lah ya pasti itu, haha. Karena kita bisa melihat beberapa gunung sekaligus, yaitu gunung sumbing, sindoro, merbabu, merapi, ungaran, bahkan bisa lihat gunung slamet.
- Golden sunrise yang top markotop
- Bukit teletubbies, taman bunga daisy, dan banyak lagi lainnya
- Yang terakhir sih kita bisa menikmati kebersamaan bersama teman-teman yang pasti akan beda kalo kita kumpul di alam dengan di kota, hehe.
Golden Sunrise di puncak gunung Prau (kalo waktu yang tepat dan kamera yang lebih bagus akan bisa dapat gambar yang bagus) |
Biaya yang dibutuhkan:
- HTM Rp 10.000/orang
- Parkir motor Rp 5.000/motor
Fasilitas di basecamp Patakbanteng:
- Sudah tersedia kamar mandi
- Banyak juga warung-warung yang menjual makanan sampai kebutuhan mendaki dan souvenir buat oleh-oleh
Saran dan perlengkapan yang harus dibawa:
- Perlengkapan standar naik gunung (tau sendiri lah ya,hehe)
- Baju hangat atau baju tebal, jaket, sarung tangan, kaos kaki, masker, dsb
- Sepatu antislip atau sandal gunung juga bisa
- Makanan dan minuman yang pasti ya, hehe karena di puncak tidak ada sumber air
- Obat-obatan pribadi, kayuputih, salep anti pegel, betadine, obat tetes mata karena kalo musim kemarau akan menjadi sangat berdebu.
here another photo:
Wah, ada yang ketinggalan nih, setelah turun hari
minggu, 26 Juli kami juga wisata dulu nih ke Dataran Tinggi Dieng. Kami
berkunjung ke Telaga Warna, tapi sayangnya karena kurangnya informasi kami
salah tempat untuk ambil spot foto yang bagus, hehe. Dan karena mahalnya HTM
kami tidak jadi berkunjung ke tempat wisata yang lain, karena Dieng menyimpan
banyak keindahan wisata.
Dataran Tinggi Dieng dilihat dari pendakian gunung Prau (nampak telaga warna) |
telaga warna (salah spot karena kurang informasi sehingga hasilnya kurang bagus) |
HTM mahal mungkin juga karena pas waktu liburan. Dan
manurutku pengelolaan wisata Dieng masih buruk dengan cara tiket berdasar
masing-masing tempat wisata yang sangat banyak sehingga sangat memberatkan
wisatawan dan banyaknya pungli serta fasilitas yang juga masih buruk. (ditulis
next posting aja lah masalah wisata dieng ini yaaa...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar