Tampilkan postingan dengan label pantai coro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pantai coro. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2016

Wisata Sehari di Tulungagung Kota Marmer



Pantai Coro Tulungagung

Wisata Sehari di Tulungagung Kota Marmer
Hoooolaaaaa... nihao! Wah Tulungagung? Asyik banget ya bisa pergi ke kota produsen Marmer alami terbesar di Indonesia ini. Yap, aku berkesempatan menjelajah Tulungagung pada awal tahun 2016 lalu. Perjalanan ditempuh selama 3 jam menggunakan sepeda motor dari kota Malang tempat aku belajar. Serunya perjalanan kali ini itu aku pergi bareng temen-temen ke rumahnya salah satu teman dekatku. Sudah terbayang di benakku gimana indahnya liburan di Tulungagung ini.

Ya, Tulungagung merupakan salah satu penghasil Marmer terbesar di Indonesia. Bahkan marmer produksi dari Tulungagung ini juga sudah berhasil menembus pasar ekspor lho. Keren kan? Daerah penghasil marmer ini terletak di kawasan selatan Tulungagung, sekitar 30 sampai 45 menit dari pusat kota. Aku juga punya lho gantungan kunci marmer dari Tulungagung ini, pemberian dari temanku yang sedang aku kunjungi rumahnya ini.
Lalu sehari di Tulungagung ini bisa ngapain aja ya? Oke, sehari di kota marmer ini bisa mengunjungi beberapa tempat wisata sekaligus. Check this out pengyoumen (friends)!

1. Pantai Sidem
Pantai Sidem Tulungagung

Tempat pertama yang aku kunjungi yaitu pantai pasir hitam di deretan pantai selatan Tulungagung. Seperti yang kita ketahui kalau pantai selatan Jawa Timur adalah deretan pantai dengan perbukitan yang sangat indah dan menawan, nggak kalah pokoknya sama pantai-pantai di Bali atau Lombok deh. Nah, dalam perjalanan menuju pantai Sidem ini aku juga melewati kawasan produsen marmer Tulungagung lho. Tapi yang aku lihat ternyata sudah banyak bukit-bukit yang habis karena diambil secara besar-besaran. Mungkin suatu saat akan habis marmer di Tulungagung ini?

Setelah sampai di kawasan pantai Sidem ini ternyata belum ada petugas penjaga loket. Senangnya hatiku karena tidak perlu membayar HTM, haha. Pantai Sidem ini memiliki garis pantai yang lumayang panjang. Banyak juga pedagang atau warung-warung di pinggiran pantainya. Karena terlalu pagi ke pantai ini tapi tetap ketinggalan momen sunrise-nya sih, jadi hanya bisa lihat para nelayan yang sedang mendarat setelah melaut menangkap ikan sejak malam atau dini hari. Justru, di situlah letak keseruannya, sebab bisa menikmati gimana sih para nelayan ini bekerja. Jarang banget kan lihat yang beginian pastinya.