Selasa, 31 Mei 2016

PECEL COMAL PEMALANG VS PECEL MALANG



Kuliner Part 2

Hooolaaaaa! Balik lagi nih bahas kuliner sesuai janji pada tulisan sebelumnya yang membahas tentang bedanya menu sarapan khas daerah Comal Pemalang dan Malang. Kali ini bakal kupas tuntas bedanya kuliner Pecel di daerah Comal Pemalang dan daerah Malang atau bahkan Jawa Timur.
Emang apa sih bedanya? Enakan mana sih?

Ketika berkunjung ke Malang ataupun daerah Jawa Timur lainnya seperti Blitar, Kediri, Madiun dan daerah lainnya pasti akan sering menjumpai kuliner Nasi Pecel. Biasanya pecel di daerah tersebut akan disajikan dan disantap pagi hari saat sarapan dengan bumbu pecel yang khas dan tidak terlalu pedas. Nasi Pecel di daerah Jawa Timur memiliki ciri khas yang berbeda antara kota yang satu dengan kota lainnya. Perbedaannya terletak pada jenis sayuran yang dipakai.

Cara penyajian pecel di daerah Jawa Timur ini juga berbeda, yakni sebagai lauk dengan nasi disertai berbagai lauk lainnya seperti tempe tahu goreng, lalu bumbu pecel yang sudah dicairkan akan disiramkan di atas nasi dan sayuran. Bumbu pecelnya juga sedikit berminyak. Pokoknya racikan itu akan menghasilkan rasa Nasi Pecel yang khas dan sangat enak.

Nah, tapi ketika kalian berkunjung ke daerah Comal maupun Pemalang pasti akan menemukan pecel yang sedikit berbeda. Apa aja sih bedanya?
 
pecel&opak usek di Comal/Pemalang, sumber: http://farm1.static.flickr.com/169/425288382_9fd9669887.jpg

  1. Pecel di daerah Comal/Pemalang TIDAK disajikan pada pagi hari untuk menu sarapan sebagai lauk. Melainkan biasanya pecel akan disantap saat siang sampai sore hari tanpa nasi, hanya sebagai cemilan saja ditambah gorengan dan minumnya es. 
  2. Cara penyajian pecel yang berbeda. Biasanya pecel di daerah Comal/Pemalang sambelnya akan dicampur bersama sayuran di ulekannya langsung. Berbeda dengan pecel di daerah Jawa Timur yang disiram di atas sayuran dan nasi. 
  3. Penyebutan sambel dan bumbu pecel. Ketika di  daerah Jawa Timur disebut dengan bumbu pecel, maka di daerah Comal/Pemalang disebut sambel. Ya karena memang sambel pecel memiliki rasa yang pedas atau bahkan sangat pedas. Bahan-bahan yang digunakan juga berbeda antara bumbu dan sambal pecel. 
  4. Selain gorengan juga bisa disajikan dengan OPAK USEK. Usek adalah kerupuk yang cara memasaknya digoreng pakai pasir hitam. Sangat unik bukan? 
  5. Di daerah Comal/Pemalang pecel sangat mirip dengan LOTEK. Serupa tapi tak sama lho.  Perbedaannya juga terletak pada bahan yang digunakan untuk sambalnya. Keduanya sama enaknya kok.

Kalian bisa mendapatkan pecel atau lotek di banyak warung-warung atau bisa membuatnya sendiri tentunya dengan kreasi sendiri dong. Semoga bahasan di atas bisa menambah informasi dan referensi kuliner kalian ya!

Jumat, 27 Mei 2016

NASI MEGONO VS NASI PECEL: KULINER SARAPAN



Holaaaaa! Lama gak nulis blog lagi nih... Kali ini aku bakal nulis yang berbeda dari sebelumnya, aku akan membahas kuliner. 

Kuliner sarapan di Indonesia sangat beragam, salah satunya kuliner yang terdapat di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setiap daerah pasti memiliki kuliner khas sarapan yang unik. Nah apa sih perbedaan kuliner sarapan di Jawa Tengah dan Jawa Timur?

Sebelum bahas perbedaannya, aku sekarang memang tinggal di Malang tapi lahir dan besar di Pemalang, hampir mirip banget kan ya namanya? (Pe)Malang, haha kebetulan saja sih. Nah, setelah tinggal di Malang hampir empat tahun, aku menemukan keunikan sarapan orang Malang, mungkin juga sekitar daerah Malang seperti Blitar dan Kediri. Trus apa uniknya? Yap, ada perbedaan kuliner sarapan dengan daerah asalku di Pemalang.

Lalu apa sih kuliner sarapan di Pemalang? Sebenarnya lebih tepatnya di Comal dan daerah Pekalongan utara. Sebab, ciri khas budaya daerah Comal lebih erat dengan Pekalongan daripada Pemalang sendiri, mulai dari bahasanya, adat dan kuliner. Jadi kalo di daerah Comal kuliner sarapan yang khas itu NASI MEGONO. Kayaknya kurang pas gitu kalo sarapan tapi gak makan Nasi Megono. Kalo lagi di daerah Comal mau sarapan ya Nasi Megono menunya.

Apa sih Nasi Megono itu?
Nasi Megono atau Megono terbuat dari buah nangka muda atau gori yang dicincang menjadi sangat kecil dan dicampur dengan parutan kelapa (tapi ada juga yang tidak memakai parutan kelapa) serta bumbu-bumbu yang sangat khas nan lezat. Tentunya Megono ini tidak dihidangkan dengan nasi begitu saja, bisa dicampur dengan berbagai lauk lainnya yang akan menggugah selera makan kita.

Nasi Megono, sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOkXa8GDCoDuy_5ygZdkq6TZc96-pAlBnFIgP4Bb3wI2dzwKOHUVzwZRKsCJMYE1M_JvXOISKvfOAvRrwesd5LzaPSb-3ugDjCdasPYqNixQ0yYkHrIb2hZFBojDMFT1LqBulyzTXQodM/s1600/IMG_0423.JPG
Ketika kalian berkunjung ke Pekalongan, Batang dan Pemalang pasti akan dengan mudahnya menemui Nasi Megono. Ya walaupun sekarang dengan semakin terkenalnya Nasi Megono, maka para penjual gak hanya menjualnya di pagi hari waktu sarapan saja, melainkan kita akan menjumpai Nasi Megono sebagai kuliner malam hari yang gak kalah enaknya saat dimakan waktu sarapan.

Minggu, 13 Maret 2016

Wisata Sehari di Tulungagung Kota Marmer



Pantai Coro Tulungagung

Wisata Sehari di Tulungagung Kota Marmer
Hoooolaaaaa... nihao! Wah Tulungagung? Asyik banget ya bisa pergi ke kota produsen Marmer alami terbesar di Indonesia ini. Yap, aku berkesempatan menjelajah Tulungagung pada awal tahun 2016 lalu. Perjalanan ditempuh selama 3 jam menggunakan sepeda motor dari kota Malang tempat aku belajar. Serunya perjalanan kali ini itu aku pergi bareng temen-temen ke rumahnya salah satu teman dekatku. Sudah terbayang di benakku gimana indahnya liburan di Tulungagung ini.

Ya, Tulungagung merupakan salah satu penghasil Marmer terbesar di Indonesia. Bahkan marmer produksi dari Tulungagung ini juga sudah berhasil menembus pasar ekspor lho. Keren kan? Daerah penghasil marmer ini terletak di kawasan selatan Tulungagung, sekitar 30 sampai 45 menit dari pusat kota. Aku juga punya lho gantungan kunci marmer dari Tulungagung ini, pemberian dari temanku yang sedang aku kunjungi rumahnya ini.
Lalu sehari di Tulungagung ini bisa ngapain aja ya? Oke, sehari di kota marmer ini bisa mengunjungi beberapa tempat wisata sekaligus. Check this out pengyoumen (friends)!

1. Pantai Sidem
Pantai Sidem Tulungagung

Tempat pertama yang aku kunjungi yaitu pantai pasir hitam di deretan pantai selatan Tulungagung. Seperti yang kita ketahui kalau pantai selatan Jawa Timur adalah deretan pantai dengan perbukitan yang sangat indah dan menawan, nggak kalah pokoknya sama pantai-pantai di Bali atau Lombok deh. Nah, dalam perjalanan menuju pantai Sidem ini aku juga melewati kawasan produsen marmer Tulungagung lho. Tapi yang aku lihat ternyata sudah banyak bukit-bukit yang habis karena diambil secara besar-besaran. Mungkin suatu saat akan habis marmer di Tulungagung ini?

Setelah sampai di kawasan pantai Sidem ini ternyata belum ada petugas penjaga loket. Senangnya hatiku karena tidak perlu membayar HTM, haha. Pantai Sidem ini memiliki garis pantai yang lumayang panjang. Banyak juga pedagang atau warung-warung di pinggiran pantainya. Karena terlalu pagi ke pantai ini tapi tetap ketinggalan momen sunrise-nya sih, jadi hanya bisa lihat para nelayan yang sedang mendarat setelah melaut menangkap ikan sejak malam atau dini hari. Justru, di situlah letak keseruannya, sebab bisa menikmati gimana sih para nelayan ini bekerja. Jarang banget kan lihat yang beginian pastinya.