Senin, 09 November 2015

Pantai Sendiki: Sejuta Pesona Malang Selatan



Pantai Sendiki
Sejuta Pesona Malang Selatan



Hai hai hai... aku kembali lagi untuk berbagi cerita. Kali ini aku berkesempatan mengunjungi Pantai Sendiki. Yap, pantai yang lagi hits saat ini. Kenapa bisa begitu? Karena pantai sendiki merupakan pantai baru yang masih lumayan sepi dan memiliki keunikan, diantaranya pasirnya yang putih bersih dan halus. Jadi serasa panti pribadi milik diri sendiri deh, hehehe.

Pantai sendiki terletak di wilayah Malang Selatan, satu jalur dengan pantai Sendang biru dan Goa Cina yang sudah lebih populer. Jalur atau rute menuju pantai sendiki bisa menggunakan sepeda motor maupun mobil mengikuti arah menuju ke Pantai Sendang biru. Nah pantai sendiki sendiri terletak satu kawasan dengan pantai tamban. Jadi untuk menuju sendiki harus melewati gerbang masuk pantai tamban ya. Setelah itu akan ada petunjuk arah yang sudah sangat jelas untuk menuju pantai sendiki.
Gerbang masuk pantai tamban dan pantai sendiki

Selasa, 03 November 2015

Mencintai Brendung Dengan Ikut Langsung Memainkannya




Lomba Blog Jateng 2015 Periode 6


Brendung? Apa itu?

Brendung adalah sebuah kesenian tradisional yang terdapat di desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Berawal dari lomba film pendek yang akan aku ikuti, akhirnya aku mencari tahu sebuah kesenian tradisional yang ada di daerahku.  Aku mencari tahu bersama anggota ekstrakurikuler Jurnalistik dan TIK yang akan menjadi kelompok dalam perlombaan film tersebut. Kemudian salah seorang kakak kelas anggota ekstrakurikuler Jurnalistik memberitahuku bahwa di desanya ada sebuah kesenian kuno yang sudah sangat jarang dimainkan, nama kesenian itu Brendung. Aku baru pertama kali mendengarnya dan langsung tertarik untuk membuat film tentang kesenian itu.

Perkenalkan nama aku Tiar. Aku seorang siswa kelas XI di sekolah yang kata orang-orang merupakan sekolah terbaik di kabupaten Pemalang, SMAN 1 Pemalang. Setelah sekitar seminggu pembentukan kelompok pembuatan film untuk lomba, aku semakin tidak sabar dengan kesenian Brendung. Berbagai pertanyaan selalu muncul dalam benakku, seperti apa itu brendung? Bagaimana bentuknya? Serta hal-hal lainnya.

Singkat cerita, akhirnya saya sampai di desa Sarwodadi, kecamatan Comal, menempuh waktu sekitar 20 menit ke arah timur melalui jalan pantura dari sekolahku di jalan Gatot Subroto, Pemalang. Sebelumnya kakak kelasku yang asli orang Comal sudah meminta ijin untuk menyelenggarakan pertunjukkan Brendung kepada pihak desa dan kelompok kesenian Brendung. Sebab pertunjukkan tersebut tidak sembarang dipentaskan, karena melalui beberapa tahap ritual yang harus dilakukan. Ya, benar sekali Brendung merupakan kesenian kuno yang terdapat ritual mistis di dalamnya.

Jadi kesenian Brendung merupakan kesenian asli desa Sarwodadi yang berbentuk boneka perempuan cantik yang terbuat dari batok kelapa dan tubuhnya dari bambu, memakai baju panjang, berjilbab serta diberi nama Juleha. Boneka brendung memiliki tinggi sekitar satu meter dan biasanya dimainkan oleh tiga orang atau lebih serta diiringi oleh beberapa macam alat musik tradisional. Konon ceritanya Brendung ini merupakan jelmaan sosok bidadari yang cantik. Dulu Brendung dimainkan seusai musim panen sebagai rasa syukur, namun kadang juga dipentaskan saat musim kekeringan tiba untuk mengusir roh jahat agar warga dapat bertani kembali.