Senin, 27 Juli 2015

ANALISIS KEMAMPUAN PENULISAN AKSARA DAN BAHASA MANDARIN TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN ANAK

ANALISIS KEMAMPUAN PENULISAN AKSARA DAN BAHASA MANDARIN TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN ANAK

Asyrofil Hidayah1), Andresya Barqiyyatul Munjilah2), Wiena Maharani3), Sebastian Nugraha Putra4)
1Sastra Cina, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya (Penulis 1)
2Sastra Cina, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya (Penulis 2)
3Sastra Cina, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya (Penulis 3)
4Sastra Cina, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya (Penulis 4)

Abstract
Bahasa Mandarin merupakan bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris yang digunakan hampir di seluruh dunia. Penelitian di Singapura dan Prancis menunjukkan bahwa bahasa Mandarin bermanfaat terhadap perkembangan kecerdasan anak. Hal tersebut karena dalam penulisan aksara Mandarin harus berdasarkan urutan goresan sehingga bisa melatih daya ingat dan imajinasi anak-anak. Misalnya angka 5 () dalam bahasa Mandarin akan diimajinasikan oleh anak-anak sebagai kursi, dan sebagainya. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Mandarin dapat bermanfaat untuk anak-anak terutama siswa SD di kota Malang. Misalnya, menambah kekreatifitasan anak, daya ingat dan imajinasi serta kemampuan softskill siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, psikotes, serta wawancara dan observasi mendalam terhadap para responden dan sampel penelitian. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa diterapkan an menjadi alternatif pembelajaran bahasa Mandarin untuk anak-anak karena bisa bermanfaat terhadap perkembangan kecerdasan anak.

Mandarin is the second international language after English used almost all over the world. Research in Singapore and France showed that the Mandarin beneficial to the development of children's intelligence, as in the writing of Chinese characters should be based on the order of strokes so that it can train your memory and imagination of children. For example the number 5 () in Mandarin will be imagined by children as chair, and so on. In the results of this study indicate that Chinese language learning can be beneficial to childrens, especially primary school students in the city of Malang. For example, add childrens creativity, memory and imagination as well as soft skill students. The method used is descriptive qualitative, psychological test, as well as in-depth interviews and observations of the respondents and the research sample. Results from this study are expected to be applied to an alternative learning Mandarin to childrens because it can be beneficial to the development of children's intelligence.
Keywords: aksara dan bahasa Mandarin, kecerdasan anak, pembelajaran Mandarin anak

1.      PENDAHULUAN
Bahasa Mandarin merupakan bahasa internasional kedua setelah bahasa inggris yang telah dipakai hampir di seluruh dunia. Bahasa Mandarin juga bahasa resmi yang dipakai PBB sehingga menyebabkan begitu mudahnya penyebaran bahasa ini selain juga karena faktor penduduk Tiongkok yang memang menyebar hampir di seluruh dunia. saat ini berdasarkan data dari UNESCO yang dirilis pada tahun 2008 menyatakan bahwa saat ini bahasa Mandarin adalah bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia yang dipakai lebih dari satu miliar orang (naskah pidato Huang Yao-Hui, 2012).
Hasil resmi penelitian di Singapore yang dilaksanakan oleh Zeng pada bulan Januari tahun 2008 yang telah meneliti lebih dari 7000 anak membuktikan bahwa anak-anak yang belajar bahasa Mandarin dapat meningkatkan IQ dan kemampuan. IQ anak Singapore berusia 6 hingga 12 tahun yang belajar bahasa Mandarin lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak Inggris, Jerman dan Australia yang tidak mempelajari bahasa Mandarin.
Di Perancis pada awal tahun 2008 mempublikasikan sebuah artikel tentang “10 Alasan Utama Belajar bahasa Mandarin” hal ini menandakan adanya kelebihan dalam mempelajari bahasa Mandarin. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa beberapa alasan mempelajari bahasa ini adalah bahasa Mandarin bermanfaat bagi bisnis, menambah sebuah ketrampilam bekerja, mempelajari Mandarin tidak sulit, dapat menyatukan niat dan fikiran, belajar bahasanya berarti lebih mudah mempelajari budayanya, melatih sel-sel syaraf dan membuka kecerdasan anak-anak”. Berbagai bukti tersebut semakin mendorong meningkatnya pengguna bahasa Mandarin di seluruh dunia.
Sebuah penelitian ilmiah di Amerika membuktikan bahwa belajar bahasa Mandarin bermanfaat bagi perkembangan otak, meningkatkan IQ dan memperkuat efektifitas belajar. Penelitian semacam ini pun selalu terbukti kebenarannya di banyak negara. Diawali pada tahun 1982, seorang pakar psiko-logi, Cha De Lin, mempublikasikan hasil penelitiannya yang menggegerkan dunia di sebuah majalah iptek terkenal di dunia bernama NATURE. Cha De Lin melakukan sebuah penelitian terhadap IQ anak-anak dari lima negara yaitu Inggris, Amerika, Perancis, Jerman dan Jepang, menemukan bahwa IQ keempat negara Amerika dan Eropa nilai rata-ratanya 100, sedangkan IQ rata-rata anak-anak Jepang adalah 111, penyebabnya adalah anak-anak Jepang telah mempelajari huruf Kanji atau aksara Mandarin. Pembuktiannya adalah proses rancang bangun dalam aksara Mandarin yang membutuhkan pemikiran yang fokus dan konsentrasi karena merupakan sebuah kegiatan berpikir yang cukup besar, antara lain dengan pemusatan konsentrasi.
Selain bahasa Mandarin juga terdapat aksara Mandarin sebagai sebuah simbol tulisannya. Aksara Mandarin merupakan aksara atau huruf yang sangat unik dimana setiap kata/huruf melambangkan satu arti/makna tersendiri, berbeda dengan bahasa jepang atau korea yang memiliki abjad. Sehingga hal tersebut membuat pembelajar bahasa Mandarin harus menghafalkan ribuan aksara Mandarin. Kemudian selain banyaknya jumlah, aksara Mandarin juga memiliki keunikan tersendiri, dimana untuk menuliskannya memiliki tata cara tersendiri berdasarkan urutan goresan. Jika salah menuliskan urutan goresan, missal terlupa menulis satu goresan saja maka akan memiliki arti yang berbeda pula. Dari segi penulisan pun sudah bisa dilihat bahwa pembelajar bahasa Mandarin harus memiliki ketelitian, kesabaran dan keindahan dalam menulis aksara Mandarin.
Bahasa merupakan sistem dari suatu simbol yang menyatakan pikiran dan perasaan seseorang, sedangkan aksara merupakan system dari bentuk tertulis (tercatat) dari bahasa. Dengan kata lain, bahasa adalah jenis yang pertama ada, kemudian aksara. Aksara merupakan simbol bentuk tertulis dari kata-kata yang diucapkan (Suparto, 2003:4).
Metode penerapan pembelajaran aksara Mandarin terhadap anak-anak bisa dilakukan dengan membuat imajinasi gambar asal mula aksara Mandarin tersebut. Sehingga bisa membuat anak-anak lebih mudah belajar dan menghafal aksara Mandarin yang berjumlah ribuan. Pada umumnya anak-anak di Indonesia mempelajari bahasa Mandarin sebagai bahasa kedua mereka. Akan tetapi anak-anak merupakan tahap yang sangat tepat untuk mempelajari bahasa kedua seperti bahasa Mandarin.

2.      METODE
Dalam penelitian ini kami menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu sebuah metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti (Taylor dan Bogdan, 1984:5). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami secara rinci berbagai hal yang berkaitan dengan dinamika kehidupan sosial seseorang /masyarakat serta berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya (dalam hal ini yaitu pengaruh aksara Mandarin terhadap perkembangan kecerdasan anak sekolah dasar).
Teknik penentuan informan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling atau yang disebut juga judgemental sampling atau sampel pertimbangan bertujuan merupakan teknik penentuan informan dengan mengambil informan hanya yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel ini digunakan jika dalam upaya memperoleh data tentang fenomena atau masalah yang diteliti memerlukan sumber data yang memilki kualifikasi spesifik atau kriteria khusus berdasarkan penilaian tertentu, dan tingkat signifikansi tertentu, dalam kaitannya dengan penelitian ini yaitu siswa sekolah dasar di SD Advent dan Brawijaya Smart School (BSS) Malang yang memenuhi syarat/kriteria yang akan kami sampaikan kriterianya di bawah. Teknik ini biasanya dilakukan karena keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar seperti “seluruh siswa SD di Malang” sehingga kami perlu membatasi informan penelitian dengan syarat/kriteria tertentu. Keuntungan dari pada teknik ini adalah terletak pada ketepatan peneliti memilih sumber data (informan) sesuai dengan variabel yang diteliti (Arikunto, 2002). Selain itu menurut pernyataan Strauss (1987) bahwa penelitian kualitatif tidak dapat dipaksakan, tergesa-gesa, dan buru-buru (Denzin, 2009:295). Oleh karena keterbatasan waktu, tenaga, dan dana dalam penelitian ini, maka teknik purposive sampling adalah teknik yang kami rasa paling tepat.
Kemudian kami melakukan tes psikologi untuk mengukur tingkat kecerdasan sampel penelitian. Selain itu kami juga melaksanakan wawancara kepada pihak-pihak yang terakit penerapan pengajaran bahasa Mandarin, misalnya kepala Dinas Pendidikan bidang sekolah dasar, sekolah-sekolah yang menerapkan pembelajaran bahasa Mandarin. Kami juga melakukan observasi dan pengamatan mendalam terkait siswa SD Advent yang mendapat pembelajaran bahasa Mandarin, sehingga kami dapat mengetahui hasil yang diharapkan.

3.      HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah telah dilaksankannya wawancara dengan berbagai pihak yang terkait dalam penelitian ini, seperti Kepala Dinas Pendidikan Sekolah Dasar di kota Malang, Kepala Sekolah Dasar yang terdapat pembelajaran Bahasa Mandarin, dan sebagainya. Dari wawancara terhadap Kepala Dinas Pendidikan Sekolah Dasar menghasilkan bahwa di kota Malang belum terdapat surat keputusan mengenai pembelajaran bahasa Mandarin di sekolah dasar. Sehingga Bahasa Mandarin belum menjadi pelajaran wajib maupun muatan lokal.
Hasil observasi menunjukan bahwa, sekolah yang menerapkan pembelajaran bahasa Mandarin baik itu pelajaran wajib atau muatan lokal adalah sebagian besar sekolah dasar swasta di kota Malang. Sekolah yang menerapakan Bahasa Mandarin sebagai pelajaran ataupun hanya muatan lokal memiliki beberapa alasan tersendiri, yakni memberi bekal terhadap siswa untuk mengetahui dasar-dasar bahasa Mandarin dikarenakan bahasa Mandarin dipandang sebagai bahasa yang penting di era globalisasi, untuk memberikan bekal kepada siswa jika nantinya mereka akan meneruskan sekolah di luar negeri seperti Tiongkok dan Singapura, serta diterapkannya bahasa Mandarin untuk mengetahui budaya Tionghoa.
Penerapan pembelajaran bahasa Mandarin di sekolah dasar memiliki beberapa manfaat  yang dirasakan oleh sekolah maupun siswanya. Pihak sekolah mengataka bahwa apabila di sekolahnya diterapkan bahasa Mandarin akan menjadi daya saing tersendiri dengan sekolah lain yang tidak menggunakan bahasa Mandarin. Sekolah yang menggunakan bahasa Mandarin akan menjadi pertimbangan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Manfaat bagi siswa yaitu mampu menguasai dasar-dasar bahasa Mandarin sehingga saat mereka akan melanjutkan ke jenjang berikutnya baik di dalam negeri maupun luar negeri (Singapura dan Tiongkok) bisa mengikuti dan bahkan lebih unggul dibanding siswa lain.
Selain itu siswa memang harus dituntut mempunyai softskill tertentu selain kemampuan akademik, misalnya softskill dalam bidang bahasa Mandarin. Karena untuk menghadapi AFTA maupun MEA saat ini dimana akan banyak orang asing yang masuk Indonesia salah satunya yaitu Tiongkok, sehingga kemampuan bahasa Mandarin bagi siswa akan sangat mampu bersaing dengan orang asing pendatang dari berbagai hal.
Tingkat kecerdasan di dua sekolah yang menjadi sampel penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan siswa Brawijaya Smart School (BSS) yang tidak terdapat bahasa Mandarin sebagian besar memang tinggi dibandingkan sekolah dasar Advent yang terdapat bahasa Mandarin. Namun sebagian besar siswa Advent memiliki hasil tes psikologi berkategori rata-rata dengan nilai 90-109.

Berikut prosentasi hasil tes psikologi pada siswa Advent:

KETERANGAN :       
KATEGORI IQ         
70-79 = BORDERLINE           80-89 = DI BAWAH RATA-RATA    
90-109 = RATA-RATA           110-119 = DI ATAS RATA-RATA    
120-129                      SUPERIOR                  > 130 = VERY SUPERIOR

Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 75% aksara dan bahasa Mandarin berpengaruh terhadap kecerdasan siswa SD terutama SD Advent yang terdapat pembelajaran bahasa Mandarin. Mereka mendapat pembelajaran bahasa Mandarin sejak di Taman kanak-kanak.
Dalam menuliskan aksara Mandarin diperlukan ketelitian, karena huruf yang ditulis harus sesuai dengan urutan goresan, sehingga hal tersebut dapat mengasah otak siswa untuk lebih teliti dan cermat, serta melatih daya ingat dan imajinasi. Misalnya dalam menuliskan angka lima (五), mereka mengimajinasikan angka tersebut sebagai gambar  “kursi”.

4.      KESIMPULAN
Penggunaan aksara dan Bahasa Mandarin untuk Sekolah Dasar di Indonesia khususnya di daerah Malang sebagian besar diterapkan di Sekolah Dasar Swasta. Tidak adanya surat keputusan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Malang yang mewajibkan Bahasa Mandarin sebagai mata pelajaran wajib yang membuat Sekolah Dasar di Kota Malang hanya memasukan Bahasa Mandarin sebagai Muatan Lokal. Sistem pengajaran yang diterapkan di dalam kelas merupakan kebijakan dari Sekolah dan guru Mandarin masing-masing.
Banyak manfaat yang didapatkan dari penerapan Aksara dan Bahasa Mandarin untuk siswa Sekolah Dasar.Selain untuk melatih menguasai berbahasa Mandarin, siswa juga bisa mengasah daya ingat karena untuk menuliskan aksara Mandarin terkadang siswa mengimajinasikan bentuk-bentuk yang hampir serupa dengan Aksara Mandarin tersebut. Hal tersebut menjadikan siswa yang belajar Aksara dan Bahasa Mandarin terbukti lebih cerdas dari pada siswa yang tidak pernah atau belum mempelajari Aksara dan Bahasa Mandarin.
Siswa-siswa Sekolah Dasar (SD Advent) yang mempelajari Aksara dan Bahasa Mandarin memiliki tingkat kecerdasan merata. Dibuktikan dengan hasil tes psikologi yang telah dilaksanakan.

5.      UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya penelitian ini, diantaranya:

  1. Bapak M. Andhy Nurmansyah, M.Hum, selaku Pembantu Dekan bidang kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya
  2. Ibu Diah Ayu Wulan, M.Pd, selaku ketua program studi Sastra Cina dan Pembimbing penelitian
  3. Laboratorium Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya yang telah bekerja sama terkait pelaksanaan psikotest
  4. Sekolah Dasar Advent dan Brawijaya Smart School (BSS) sebagai sampel penelitian
  5. Kepala Dinas Pendidikan bidang Sekolah Dasar selaku responden penelitian
  6. Kepala Sekolah Dasar di kota Malang yang menerapkan pembelajaran bahasa Mandarin selaku responden penelitian
  7. Pihak-pihak lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

6.      DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Brown H. Douglas. 2007. Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa. Jakarta: Pearson Education
Strauss, Anselm dan Juliet Corbin. 2009. Dasar-dasar Penelitian Kualitatif: Tatalangkah dan Teknik-teknik Teoritisasi Data. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Suparto. 2003. Penulisan Aksara Mandarin yang Baik dan Benar. Jakarta:Puspa Swara
Suyanto, Bagong dkk, 2011. Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
http://firstandrean.wordpress.com/belajar-Mandarin-banyak-manfaatnya/ (Di unduh pada tanggal 13 September 2014 pukul 15:09)

1 komentar: